Asal Kau Tahu

Jumat, 02 November 2012

Bekti Novi Ambarwati / XII IPS 2

Benar, saat ini aku telah menginjak bangku kelas 3 SMA. Ada yang begitu berbeda dengan masa sekolahku yang dulu, kini aku merasa harus lebih dewasa, harus dapat mengatur waktu, harus dapat membagi acara yang semestinya didahulukan.
Terkadang mata ini sayu saat pagi sekali aku harus menuju kalasku, teman-temanku mengira aku semalaman menangis karena sedang menggalaukan hati. Namun aku hanya diam saja saat itu, jika aku berbicara yang sesungguhnya mungkin mereka tak akan percaya.
Ada malam saat orang tuaku melihat aku belajar lalu mereka menegurku
“Koe ki kok sinau wae to, mbok yo uwes rasah sinau terus.”
Maksud dari mereka adalah agar aku tak seharian melahap buku-buku pelajaran terus. Hal yang pertama aku lakukan saat itu adalah menutup kamarku. Lalu aku mulai menangis setiap kata-kata itu menusuk telingaku.
Kau tahu mengapa? Mereka tak tahu bahwa anaknya ini masih miskin ilmu, perjuanganku tak sebanding dengan mereka diluar sana. Karena ini bukan pertandingan memperebutkan kehormatan di kelas, pertandingan ini adalah perebutan bangku di perguruan tinggi negeri yang diikuti oleh beratus ribu orang di Indonesia.
Maaf  bila anakmu ini masih rapuh, karena aku takut aku akan gagal lagi, jadi biarkan aku berdiri sendiri karena aku yang akan menjalani jalan ini.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar