Jalan Baru

Sabtu, 27 Oktober 2012


Lamunanku melayang semasa aku masih duduk di ruang kelas besar di pojok gedung SMA ku, sewaktu aku masih berstatus anak kelas 11. Tak banyak yang aku pikirkan waktu itu, aku hanya membayangkan nasib kakak kelasku yang akan mengikuti ujian nasional, nasib mereka akan mengukir nama di sekolahku itu, tak terkecuali kamu, memang kita bukan satu sekolah, namun aku merasa akan ada hubungannya bila kau akan sukses dikelak hari.
Tak ada kabar yang terkuak darimu, aku malas bila harus menyapa dulu, tapi akan kukatakan padanya bila aku takut akan mengganggu waktu belajarnya. Satu hari sebelum ujian praktik kita bertemu, tak ada yang begitu spesial dengan hari itu, kedatanganmu bahkan ternyata tak aku inginkan. Langit pagi itu mendung, dan obrolan kami melayang dengan bahasan tempat-tempat kesukaan, dari situ aku tahu tempat yang sering kamu kunjungi, tempat kesukaanmu bersama teman-temanmu, yahh.. teman temanmu yang hebat. Ku akui itu.
----
“Bagaimana hasil SNMPTN mu?” pertanyaan itu aku lontarkan sedikit gugup, aku hanya memastikan bahwa kamu memang layak mendapatkannya.
“Alhamdulillah, aku diterima di pilihan pertama.” Jawabnya dengan segera.
 Lega rasanya karena pilihan pertama itu berada di kota ini. Lagi-lagi aku suka dengan sifat kegigihanmu dan pantang menyerahmu, kamu tetap mengikuti dua seleksi ujian masuk Perguruan tinggi yang diadakan oleh Universitas ternama di ibukota dan yang satunya adalah Universitas di luar negeri. 
----
Disini, aku tak lagi menginginkanmu, aku tak mengerti apa sebabnya, namun yang aku tahu aku tak ingin cara pertemanan seperti ini, aku tak mau terus-terusan dibelakang tembokmu, yang setiap saat bisa saja kamu berkilah dan membohongiku. Hidup kita berbeda, aku berada di sekolah dengan seragam putih abu-abu yang masih selalu dikekeng, sedangkan kamu berada di alam bebas dimana kamu bebas memilih kemanapun jalan yang akan kamu lewati. Sebenarnya kamu bukanlah orang  yang acuh bagiku, ada kalanya kamu mau memberikan motivasi pada diriku ini.
“Presentase SNMPTN tertulis semakin kecil, itu artinya akan lebih sulit untuk memasuki PTN dan akan semakin banyak orang berlomba-lomba mengejar nilai raportnya.”
 “Jangan sampai kamu main twitteran terus sebelum kamu semangat lagi belajar.”
“Udahlah, jadi dirimu sendiri aja, biarin orang lain mau ngomong apa tentang kamu.”
 Nggak perlu jadi yang terbaik. Yang penting niat berusaha dan bekerja keras kita murni”
“Kamu sekarang udah kelas tiga, bentar lagi harus nyari universitas.”
“Maaf kalau aku itu cangkeman, tapi seenggaknya aku sendiri sadar kok kalau aku itu cangkeman.”
“Kamu harus dapat mengontrol keinginan dan menenangkan dirimu sendiri.”
“Hal yang terpenting dalam hidup ini adalah jangan hanya ikut-ikutan, kebanyakan orang Indonesia itu pada kemakan iklan dan ikut-ikutan aja, tanpa sadar sama apa yang mereka lakuin.”
Aku masih ingat kata-kata itu. Dalam untukku. Terima kasih telah memberikan dorongan dan semangat dalam belajarku.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar