refleksi diri

Minggu, 11 Maret 2012

Teringat…
Pagi itu, aku duduk sendiri dalam sebuah bangku kosong. Ada harapan besar muncul dalam pikiranku. Aku tak akan mengatakan apa itu, karena harapan itu masih dalam proses pencapaian hingga aku tulis ini semua. Pagi itu panas tak memancar, juga tak seperti hari-hari biasanya, awan tak ingin menjatuhkan air matanya.
Suasana mulai riuh namun masih normal saat sepasang bola mataku melihat sesosok manusia yang tak aku kenal duduk dalam bangku kursi di daerah yang tak jauh dari tempatku berada. Aku tak mengenalinya, mungkin begitu juga dia. Tapi banyak hal yang aku dapat darinya.
Perubahan...
Kau tahu? Beberapa bulan terakhir ini aku mencoba mencari sisi baik dalam diriku dan mencoba mengembangkan semua itu. Dia, orang yang aku sebut di awal tadi adalah sosok inspirasiku. Aku tak akan memberi tahu siapa dia, karena aku yakin kalian belum tentu mengenalinya. Akupun tak tahu apakah aku kelak akan bertemu dia lagi.
Secara fisik, dia adalah orang biasa, layaknya teman-temanku seperti biasanya, sederhana, dan rapi. Aku belajar banyak tentang dia. Yang paling aku kagumi adalah kecerdasannya, aku tak tahu itu bawaan lahir atau tidak, tapi dia pernah menggunjing pada teman-temannya tentang buku yang baru dia beli. Buku mahal seperti benang yang tak karuan bentuknya, dengan inisial judul ’EM’. Tak sengaja aku melihat buku itu di perpus sekolahan, dan kau tahu apa itu isinya? Buku dengan halaman lebih dari 300 lembar dengen garis-garis yang begitu abstrak. Pantas saja dia sepintaritu.
Selama aku mengamati dia, dan membaca berbagai status konyolnya, mulailah tumbuh pendirian baru dalam hidupku. Tak akan kusebutkan, tapi kemungkinan kau akan tahu bila kau menyadarinya dari dalam diriku. 

'ORANG CERDAS TAK AKAN BANGGA PADA BAKATNYA SENDIRI' apakah arti ini semua???



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar