The Hurt Locker

Kamis, 15 April 2010


Film 'The Hurt Locker' (2008) dinobatkan menjadi Film Terbaik di Academy Awards 2010. Film yang disutradarai oleh Kathryn Bigelow tersebut mengalahkan 'Avatar', yang dijagokan oleh banyak pihak untuk meraih Piala Oscar.

Kenapa 'The Hurt Locker' menjadi film terbaik? Yang pertama tentu karena pilihan dari dewan juri Academy Awards 2010. Dewan juri Academy Awards yang anggotanya berisikan para jurnalis, sineas serta kritikus film, pasti memiliki pertimbangan tertentu.

Film berdurasi sekitar 131 menit itu bercerita tentang aksi Sersan William James (Jeremy Renner), seorang penjinak bom dari Angkatan Darat Amerika Serikat yang sedang bertugas di perang Irak.

Di film itu digambarkan bagaimana Sersan James melalui setiap ketegangan ketika berusaha menjinakkan puluhan bom yang disebar oleh para gerilyawan Irak. Seperti di kebanyakan film perang buatan Hollywood, adegan tembak menembak atau korban yang berdarah-darah, ada di 'The Hurt Locker'. Tapi bisa dikatakan kalau porsinya tidak sebanyak seperti di film 'Saving Private Ryan' (1998) atau 'Black Hawk Down' (2001).

Selain adegan menjinakkan bom dan tembak-tembakan, 'The Hurt Locker' juga menampilkan sisi kemanusiaan para tentara Amerika Serikat yang bertugas di Irak. Sersan James yang memiliki karakter sedikit ugal-ugalan selalu bersitegang dengan rekannya, Sersan JT Sanborn (Anthony Mackie). Perdebatan antara Sersan James dan Sersan Sanborn selalu terjadi setiap keduanya usai bertugas di medan perang.

Tak hanya itu, diperlihatkan juga bagaimana Sersan James yang terkesan bengal bisa depresi saat melihat seorang bocah Irak menjadi korban mutilasi.

Lalu di mana sisi menarik 'The Hurt Locker' sehingga bisa menyabet dua kategori bergengsi, Best Picture dan Best Director, selain empat kategori lainnya, di Academy Awards 2010?

Teknik pengambilan gambar 'The Hurt Locker', tidak ada yang baru. Teknik kamera yang seakan-akan mengikuti gerak pemain filmnya di 'The Hurt Locker' juga pernah dipraktekkan di 'Saving Private Ryan' (1998), 'Traffic' (2000) atau 'Crash' (2001).

Akting para bintangnya di film tersebut boleh diacungi jempol. Aktor Jeremy Renner mampu membawakan karakter seorang penjinak bom lengkap dengan ketegangannya dan juga kebengalannya. Selain Renner, kemampuan Anthony Mackie juga harus diberikan penghargaan.

Cerita 'The Hurt Locker' lah yang patut disimak dengan baik. Di film itu, Kathryn Bigelow, sang sutradara, tidak menggambarkan kemenangan atau kekalahan tentara Amerika Serikat di medan laga.

Bigelow di akhir film menggambarkan bagaimana seorang prajurit Amerika Serikat, dalam hal ini Sersan William James, ingin kembali bertempur di Irak demi kehormatan bangsa dan negaranya. Keinginan Sersan James itu diutarakan kepada istrinya saat ia sudah hidup tenang di kampung halamannya.

Padahal saat bertugas di Irak, Sersan James sempat depresi dan berhasrat untuk pulang kampung. Bigelow sepertinya ingin memperlihatkan sisi nasionalisme seorang prajurit Amerika Serikat, tanpa harus menggambarkannya dalam bentuk kemenangan serdadu Paman Sam di medan perang.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar